Rabu, 26 Maret 2014

Konservasi Lingkungan Hidup dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat



KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP
Apa itu Konservasi?
Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.
Menurut UU No. 4 Thn 1982, konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbaru menjamin kesinambungan untuk persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.
Namun menurut Adishakti ( 2007 ) istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site ( ICOMOS ) tahun 1981, yaitu Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance, Burra, Australia, yang lebih dikenal dengan Burra Charter.

Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik.

Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya tetapi juga bisa mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup   
1.      Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Hidup sebagai tujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
2.      Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
3.      Terwujudnya manusia indonesian dengan pembina lingkungan hidup.
4.      Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang, dan
5.      Terlinduginya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang meyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Sasaran konservasi adalah
1.      Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup
2.      Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup
3.      Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan
4.      Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup
5.      Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
6.      Terlindunginya Indonesia terhadap dampak usaha dan atau kegiatan di luar wilayah negara yang memyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup

Beberapa permasalahan lingungan hidup di Indonesia
1.      Cukup banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi
2.      Kurangnya kesadaran maayarakat tentang pentingnya lingkungan hidup
3.      Kurangnya peralatan pegolah lingkungan di Indonesia
4.      Kurangnya pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah

Isu-isu lingkungan global :
1.      Isu perubahan iklim (chimate change), pemanasa globar (global warming)
2.      Keanekaragaman hayati ( biodiversity)
3.      Pencemaran wilayah perairan
4.      Perpindahan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) melintasi batas Negara (pollution across nations)
5.      Kerusakan lapisan ozon (ozon deplection)

Bentuk kerusakan lingkungan hidup
Berdasarkan factor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 3 jenis :
1.      Bentuk kerusakan lingkungan hidup akibat peristiwa alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini anyak melanda Indonesia telah menimbulan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mwkah dan Nias, serta gempa 5 skala ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi. Peristiwa lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain :
1.      Letusan gunung merapi
Letusan gunung merapi terjadi karena aktivitas magma diperut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunugn merapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusa gunung berapi antara lain :
a.       hujan abu vulaknik, menyebabkan gangguan pernafasan
b.      lava panas, dapat merusak dan mematikan makhluk hidup yang dilalui
c.       awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui
d.      gas yang mengandung racun
e.       material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan dan lain.
2.      Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, diantaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), teradinya tanah turun, ataupun karena gerakan lempeng didasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksika kapan terjadi gempa. Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peritiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung di antaranya :
1.      Berbagai bangunan roboh
2.      Tanah dipermukaan bumi merekah, jalan menjadi putus
3.      Tanah longsor akibat guncangan
4.      Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul
5.      Gempa yang terjadi didasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang)
3.      Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju kekawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi Negara-negara dikawasan samudra pasitik dan atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, texas, sampai dikawasan asia seperti korea dan Taiwan, bahaya angin topan ini merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim diindonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angi  topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (putting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk :
1.      Merobohkan bangunan
2.      Rusaknya areal pertanian dan perkebunan
3.      Membahayakan penerbangan
4.      Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal

2.      Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena factor manusia antara lain :
1.      Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industry
2.      Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau system pembuangan air dan kesalaha dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
3.      Terjadinya tanah longsor, sebagai damppak langsung dari rusaknya hutan

3.      Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusan lingkungan hidup antara lain :
1.      Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan)
2.      Perburuan liar
3.      Merusak hutan bakau
4.      Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman
5.      Pembuangan sampah disembarang tempat
6.      Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS)
7.      Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan diluar batas
UPAYA PELESTARIAN
Pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan di Indonesia mengacu pada UU No. 23 tahun 1997. UU ini berisi tentang rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negative yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan. Upaya ini dilakukan agar kekayaan sumber daya alahm yang ada dapat berlanjut selama ada kehidupan.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah antara lain :
1.      Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960 mengatur tentang Tata Guna Tanah
2.      Menerbitkan UU No. 4 tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
3.      Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan)
4.      Pada tahun 1991, Pemerintan membentuk Badan Pengendalian Lingkungan.


PERTOLONGAN PERTAWA GAWAT DARURAT
Pertolongan pertama  adalah penanganan darurat pada seseorang atau lebih korban yang mengalami sakit atau cedera sebelum mendapatkan perawatan medis orang yang terlatih (dokter/paramedis). Pertolongan pertama dapat menyelamatkan jiwa manusia atau meningkatkan fungsi tanda-tanda vital seperti denyut jantung, suhu tubuh dan jalan pernafasan. Dalam tujuan khususnya, PPPK dapat mencegah si korban menjadi lebih buruk keadaannya dan meringankannya dari rasa sakit dan penderitaan. Dalam keadaan kritis, waktu beberapa menit saja dapat membuat perbedaan besar antara sembuh dan kematian.
Tujuan utama PPGD :
1.      Meringankan penderitaan si Korban
2.      Mencegah pendarahan dan infeksi
3.      Mencegah bahaya cacad dan infeksi
Bisa dikatakan tujuan utama PPGD adalah : penyelenggaraan PPGD bukan berarti mengobati korban, tetapi menyelenggarakan pertolongan pertama sementara sementara menunggu pertolongan dari ahlinya ( dokter/paramedic)
Berikut beberapa hal penting yang perlu dilakukan :
1.      Apakah aman untuk melakukan pertolongan? Aman untuk kita, aman untuk korban dan lingkungan yang aman
2.      Periksa keadaan penderita
3.      Prioritas ABC, Airway (jalur udara), Breathing (pernafasan) dan Circulation (peredaran)
4.      Apabila diperlukan, segera lakukan pernafasan buatan
5.      Letakkan penderita pada tandu (apabiladiperlukan)
6.      Stabilkan kondisi pasien dan mintalah pertolongan dan hal yang paling diperhatikan apakah korban mengalami cedera tulang.
Dengan panduan ABC yang mudah diingat, anda dapat melakukan penilaian terhadap kondisi korban dengan cepat dan memberikan pertolongan yang diperlukan sesegera mungkin.
Ø  Airway (jalan pernafasan)
Periksa apakah ada tanda-tanda jalan nafas tersumbat. Bersihkan mulut korban dari benda-benda yang dapat menyumbat, seperti gumpalan darah, sisa-sisa muntah dan sebagainya. Periksa apakan lidah  korban menghalangi tenggorokan atau tidak. Miringkan kepala sedikit kebelakang dan naikkan dagunya. Hal ini akan membuka jalan nafas korban.
Ø  Breathing (pernafasan)
Perhatikan tanda-tanda pernafasan yang mudah dilihat seperti gerakan naik-turun dada. Apabila tidak terlihat, dekatkan telinga anda ke hidung dan mulut penderita untuk mendengarkan suara nafasnya. Tahan tangan anda didekat hidung dan mulut untuk mengecek apakah anda bisa merasakan nafas korban. Apabila tidak ada tanda-tanda pernafasan, anda harus segera mengambil langkah berikut (pernafasan buatan).
Ø  Sirkulasi
Periksa denyut nadi dileher atau pergelangan tangan. Apabila anda tidak merasakan denyut nadi, sebaiknya melaksanakan CPR (Cardio-pulmonary Resuscitation). Perhatikan pula warna kulit korban.
Ø  Melakukan CPR
CPR dilaksanakan hanya apabila tidak terdapat denyut nadi pada korban. Letakkan salah satu tumit tangan anda pada bagian bawah tulang dada dan tangan yang lainnya diatasnya. Tekan tulang dada sebanyak 30 kali lalu behenti sejenak lalu beri nafas buatan melalui mulut korban dan berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada korban untuk bernafas. Cek kembali denyut nadinya dan lakukan kembalu apabila di perlukan.
Ketika memberikan CPR kepada anak kecil, gunakanlah salah satu tangan saja didaerah yang tepat pada tulang dada
Cara memberikan CPR kepada bayi : letakkan 2 jari pada tulang dada. Tekan kebawah menggunakan ujung jari hingga kedalaman 2 cm. lakukan tekanan sebanyak 5 kali dalam waktu 3 detik. Lakukan pernafasan buatan sekali dengan mulut anda baik pada hidung maupun mulut bayi. Lakukan tindakan ini (CPR dan nafas buatan) selama satu menit. Lakukan terus sampai bantuan tiba atau bayi bernafas kembali.
Ø  Memindah kan korban
Ketika memindahkan korban yang mengalami cedera tulang belakang, tubuh korban harus benar-benar diatu. Balik badan korban kesamping dengan hati-hati sebelum memindahkan dengan cara menggulingkannya ke sebuah tandu.
Ø  Penanganan korban yang mengalami shock
Apabila shock disebabkan oleh perdarahan, mengangkat 2 kaki korban ke tempat yang lebih tinggi akan membantu kelancaran peredaran darah dibagian batang tubuh
Ø  Penanganan korban tersedak
Apabila korban dalam kondisi sadar, cobalah menepuk punggungnya dengan kuat sebanyak lima kali. Apabila korban kehilangan kesadaran, cobalah membuat tekanan pada bagian perut korban dibawah tulang rusuk dan diatas pusar.
Ø  Penanganan korban hipotermia
Ketika menangani korban hipotermia, pertahankan korban untuk tetap hangat dan kering dengan dengan memberikan selimut atau memasukkannya ke dalam kantong tidur.
Ø  Cara menangani korban heatstroke (serangan panas)
Bawa korban ketempat tidak terkena sinar matahari langsung dan berikan korban air minum. Menaruh kaki korban ditempat yang lebih tinggi dapat membantu peredaran darah dan mengurangi rasa pusing.
Ø  Cara penanganan korban luka bakar
Untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah, segera siram air dingin kebagian tubuh yang mengalami luka bakar setidaknya selama 10 menit.


Berikut jenis-jenis luka bakar :
Jenis Luka Bakar
Tingkat kerusakan
Cara penanganan




Derajat satu
Hanya lapisan kulit yang terluar mengalami kerusakan,misalnya luka bakar akibat sinar matahari (suburn). Warna kulit berubah menjadi merah kemudian mengelupas
Oleskan krim pendingin. Berikan pengobatan untuk mengurangi rasa gelisah, sakit kepala, dan demam



Derajat dua
Kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebabkan kulit melepuh dan mengalami kerusakan jaringan
Gunakan perban luka antibakteri atau biarkan luka tidak diperban, tetapi tetap dibersihkan. Lakukan perawatan bagian yang mengalami bengkak


Derajat tiga
Kerusakan pada seluruh lapisan kulit. Mengalami kerusakan jaringan



SUMBER :
4.      www.wordpress.com
5.